Oyisultra.com, KONAWE SELATAN — Musyawarah Daerah (Musda) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) resmi melahirkan nahkoda baru. Wakil Bupati Wahyu Ade Pratama Imran terpilih secara sah untuk memimpin KONI Konsel periode 2026-2031 dalam forum yang digelar di Wonua Monapa, Ranomeeto, Sabtu (20/6/2026).
Kegiatan krusial ini dibuka langsung oleh Bupati Konawe Selatan, Irham Kalenggo. Irham kepada awak media menegaskan bahwa Musda ini menjadi momentum penting untuk membangun kepengurusan yang berkompeten dan mampu mengakomodasi seluruh Cabang Olahraga (Cabor), terutama menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) tahun ini.
“Tanpa organisasi yang baik dan kuat, maka pembinaan di bawahnya tidak akan terlaksana dengan baik. Ini memang kerja keras, tetapi saya yakin di tangan kepengurusan ke depan, KONI Konsel akan semakin bagus,” ujar Irham.
Menanggapi kebijakan efisiensi anggaran di berbagai instrumen pemerintahan tahun ini, Irham Kalenggo mengingatkan bahwa keterbatasan dana tidak boleh menjadi alasan untuk menurunkan produktivitas. Ia meminta pengurus baru memaksimalkan seluruh potensi daerah dengan prinsip kerja yang efektif, efisien, namun tetap berkualitas.
Pada Porprov sebelumnya, Konawe Selatan berhasil menembus posisi lima besar. Menghadapi kompetisi tahun ini, Irham tidak mematok target peringkat yang kaku, melainkan fokus pada peningkatan capaian dari tahun sebelumnya.
“Bagi kita, posisi berapa itu tidak penting. Yang paling utama adalah bagaimana kita bisa melewati capaian prestasi yang lalu. Saya juga berharap KONI jangan hanya ramai dikala menghadapi Porprov. Pasca-kompetisi, kita harus tetap konsisten mempersiapkan regenerasi atlet untuk jangka panjang,” tegas Bupati Konsel.
Sementara itu, Ketua KONI Konsel terpilih, Wahyu Ade Pratama Imran, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran proses Musda. Ia menyadari amanah yang diembannya memiliki tantangan besar, terutama di tengah situasi efisiensi anggaran daerah. Namun, hal tersebut justru menjadi pemantik semangat baginya.
“Adanya efisiensi bukan berarti menurunkan semangat kami untuk memajukan olahraga di Konawe Selatan. Ini justru menjadi motivasi kami untuk mengajak semua pencinta olahraga dan atlet untuk bahu-membahu, bekerja sama, dan berkolaborasi demi menyukseskan event olahraga ke depan, khususnya Porprov 2026,” ujar Wahyu Imran kepada awak media usai terpilih pimpin KONI Konsel.
Saat ditanya mengenai strategi perekrutan atlet, Wahyu menegaskan komitmennya sejak awal untuk memprioritaskan putra-putri daerah asli Konawe Selatan di semua cabang olahraga.
“Konawe Selatan ini sangat luas dan memiliki jumlah penduduk yang besar. Kami sangat yakin daerah kita memiliki bibit-bibit atlet potensial yang mampu bersaing di level provinsi, nasional, bahkan internasional. Komitmen saya, semua atlet harus orang asli Konawe Selatan. Di sinilah kita akan menguji kolaborasi dengan teman-teman pengurus untuk mencari dan memberdayakan seluruh potensi lokal yang ada demi prestasi yang lebih baik,” pungkas Wahyu Imran.









