Rumah Rajut Arista Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif dan Pemberdayaan Perempuan di Konsel

Oyisultra.com, KONAWE SELATAN – Kreativitas dan ketekunan kaum perempuan menjadi salah satu kekuatan dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa. Hal itu tercermin melalui keberadaan Rumah Rajut Arista di Desa Ataku, Kecamatan Andoolo, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), yang berkembang menjadi wadah pemberdayaan perempuan sekaligus penggerak ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.

Komitmen tersebut mendapat perhatian saat Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Wilayah Sulawesi Tenggara, Nyonya Ade Sugeng Riyanta, bersama Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) sekaligus Ketua TP PKK Konsel, Nurlita Jaya Irham Kalenggo, mengunjungi Rumah Rajut Arista, Senin (26/10/2026).

Kunjungan yang dihadiri ratusan kader PKK se-Konawe Selatan itu menjadi momentum untuk memperkuat dukungan terhadap pelaku usaha kreatif, khususnya perempuan yang mengembangkan keterampilan menjadi produk bernilai ekonomi.

Ketua Dekranasda Konsel, Nurlita Jaya Irham Kalenggo, mengapresiasi ketekunan para perajin dalam menghasilkan beragam produk rajutan. Menurutnya, kerajinan rajut membutuhkan kesabaran, ketelitian, kerapian, dan konsentrasi agar menghasilkan produk berkualitas serta mampu bersaing di pasaran.

“Merajut membutuhkan ketenangan dan konsentrasi khusus. Setiap prosesnya memerlukan ketelitian agar menghasilkan kerajinan yang berkualitas dan memiliki nilai ekonomi. Jika ditekuni secara serius, keterampilan di Rumah Rajut Arista ini sangat potensial menjadi penopang ekonomi keluarga,” ujar Nurlita.

Nurlita berharap Rumah Rajut Arista dapat menjadi proyek percontohan bagi desa-desa lain di Konawe Selatan dalam mengembangkan pemberdayaan perempuan melalui produk unggulan lokal.

Senada dengan itu, Ketua IAD Wilayah Sultra, Ny. Ade Sugeng Riyanta, menekankan pentingnya pendampingan berkelanjutan agar keterampilan perempuan dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi keluarga.

“Ketika kaum ibu diberikan kesempatan, dibekali keterampilan, dan didampingi secara berkelanjutan, mereka dapat mengembangkan potensi yang dimiliki untuk membantu meningkatkan perekonomian keluarga,” tegasnya.

Kepala Desa Ataku, Nanang Muliyono, mengatakan Rumah Rajut Arista menjadi salah satu pilar pengembangan ekonomi kreatif di desanya. Selain menghasilkan tas rajut dengan beragam desain, masyarakat juga mengembangkan produk unggulan lainnya, seperti gula merah atau gula kelapa, Kopi Cap Becak, keripik pisang, hingga kerupuk.

Menurutnya, kunjungan IAD Sultra dan Dekranasda Konsel memberikan motivasi bagi para perajin dan pelaku UMKM rumahan untuk terus meningkatkan kualitas produk serta memperluas pemasaran.

Kepala Dinas Pariwisata Konsel, Hj. Arni, SE

Nanang berharap produk kerajinan dan kuliner khas Desa Ataku tidak hanya dikenal di tingkat kecamatan dan kabupaten, tetapi juga mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

Upaya tersebut turut diperkuat melalui sinergi pemerintah desa, kecamatan, TP PKK, dan berbagai pemangku kepentingan. Hadir dalam kunjungan itu Camat Andoolo, Sutami Silondae, bersama Sekretaris Camat, Ketua TP PKK Desa Ataku dan Desa Alengge Agung, serta sejumlah kepala desa di wilayah sekitar.

Dorong Ekonomi Kreatif Berdaya Saing

Dukungan terhadap pengembangan usaha kreatif masyarakat juga menjadi bagian dari komitmen Dinas Pariwisata Konawe Selatan.

Kepala Dinas Pariwisata Konsel, Hj. Arni, SE, mengatakan pihaknya terus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif melalui strategi yang mengintegrasikan potensi lokal, pemanfaatan teknologi digital, dan pemberdayaan masyarakat dengan bersinergi bersama Dekranasda Konsel.

Menurut Arni, pengembangan tersebut mencakup penguatan subsektor unggulan, seperti kuliner, kriya, desain, dan seni, melalui inovasi serta kolaborasi untuk meningkatkan kualitas dan daya saing produk lokal.

“Pengembangan pemanfaatan teknologi juga terus didorong kepada pelaku ekonomi kreatif dan UMKM agar memanfaatkan pemasaran digital dan memperluas jangkauan pasar,” jelasnya.

Selain peningkatan keterampilan dan promosi, pemerintah daerah juga mendorong penguatan ekosistem usaha melalui sosialisasi dan pendampingan, termasuk pemahaman mengenai pentingnya legalitas serta perlindungan usaha bagi pelaku ekonomi kreatif.

Arni menambahkan, sinergi antara kelompok usaha, destinasi wisata, dan kearifan lokal juga menjadi bagian dari strategi pengembangan ekonomi kreatif.

Dukungan fasilitas dan penguatan produk berbasis potensi daerah diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus berkontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD).

Keberadaan Rumah Rajut Arista menjadi gambaran bahwa potensi desa dapat berkembang melalui kreativitas, pendampingan, dan kolaborasi berbagai pihak. Dengan penguatan kualitas produk, inovasi desain, legalitas usaha, serta pemasaran digital, kerajinan dan produk UMKM Desa Ataku berpeluang menjangkau pasar yang lebih luas.

Lebih dari sekadar menghasilkan produk, Rumah Rajut Arista menghadirkan ruang bagi perempuan untuk berkarya, meningkatkan keterampilan, dan mengambil peran dalam menopang ekonomi keluarga.

Dari desa, kreativitas tersebut menjadi modal penting untuk memperkuat ekonomi lokal sekaligus membangun kemandirian masyarakat Konawe Selatan.