Oyisultra.com, KONAWE SELATAN – Jalur utama dari Kota Kendari ke Kompleks Perkantoran Pemkab Konawe Selatan (Konsel) melalui ruas jalan Konda – Wolasi – Punggaluku – Andoolo.
Jalur ini bertahun-tahun menjadi nadi mobilitas aparatur sipil negara (ASN), pedagang, mahasiswa hingga masyarakat umum yang memiliki aktivitas di Andoolo dan sekitarnya.
Namun keadaan perlahan berubah. Sejak ruas jalan Landono – Mowila – Desa Pudahoa – Baito mendapatkan sentuhan pembangunan melalui pengaspalan jalan, masyarakat mulai melirik jalur alternatif tersebut.
Bahkan bagi sebagian orang, jalur itu kini bukan lagi sekadar alternatif, tetapi sudah menjadi pilihan utama.
Alasannya sangat sederhana, lebih cepat, lebih nyaman dan lebih ekonomis.
Selisih waktu tempuhnya bisa mencapai sekitar 40 menit dibanding jalur Wolasi. Belum lagi kondisi ruas gunung Abari yang dikenal memiliki banyak tikungan, tanjakan serta titik jalan berlubang yang membuat pengendara harus ekstra hati-hati.
Saya kalau mau ke Andoolo sudah lama tidak melalui jalur itu lagi (Wolasi-Punggaluku) semenjak jalan Desa Pudahoa diperbaiki. “Sejak jalan Landono dan Pudahoa bagus di sini terusmi saya lewat kalau mau ke perkantoran di Andoolo. Nda pernahmi saya lewat Wolasi, kondisi jalannya bela sudah sempit, banyak lubang lagi,” kata sahabat saya.
Sebuah Desa dengan dukungan pembanguan infrastruktur yang presisi, Jalur Pudahoa Jadi Pilihan.
Desa Pudahoa saat ini kian populer, bukan hanya faktor Pondok Modern Gontor Kampus 13 (kampus putra) yang berlokasi di sana, tapi setelah mendapatkan dukungan pembanguan infrastruktur jalan yang memadai.
Kelihatannya sederhana, tetapi begitulah infrastruktur bekerja. Dampaknya tidak selalu besar dalam sehari, namun terasa perlahan dalam kehidupan masyarakat. “Pengaspalan Jalan Pudahoa, Kelihatan Sederhana Tapi Dampaknya Besar”.
Menariknya lagi, jika melalui jalur ini kalian akan dimanjakan dengan pemandangan berbeda, seperti lagi berwisata singkat.
Sebab, sepanjang perjalanan disuguhkan pegunungan dengan pepohonan hijau yang rimbun, bukit-bukit dan sungai yang masih terjaga, serta hamparan persawahan sejauh mata memandang.
Selain itu, memakai jalur ini sisi ekonomisnya dapat. Biaya untuk membeli bensin beda dengan memilih lewat jalur sebelah.
Kan lumayan, sisa dari beli bensin dipakai untuk ngopi di warung-warung Kompleks Perkantoran.
Seingatku lagi, dua bulan lalu penceramah kondang Ustaz Abdul Somad (UAS) saat diundang di acara Halalbihalal Pemkab Konsel sudah menjajal jalur ini usai landing di Bandara Halu Oleo, Desa Ambaipua, Ranomeeto. Dihadapan ribuan jemaah saat membawakan tausiah beliau memuji jalur tersebut.
Terbaru artis ibu kota pelantun Brondong Tua, Sitti Badriah dan Tabola-Bale, Juan Reza saat tampil memeriahkan HUT ke-23 Konawe Selatan juga menikmati perjalanan melalui jalan Pudahoa.
Mungkin inilah salah satu manfaat mendasar membangun infrastruktur jalan. Masyarakat dapat beraktivitas dengan lancar. Transportasi wilayah antar desa, kecamatan bahkan kabupaten akan terkoneksi dengan baik.
Karena pada prinsipnya, jalan yang baik akan mempercepat distribusi hasil pertanian, memperlancar aktivitas perdagangan, memudahkan akses pendidikan dan kesehatan, hingga membuka peluang investasi di daerah.
Khususnya di Konawe Selatan, kalau ruas Konda-Punggaluku, Punggaluku – Andoolo, Andoolo – Tinanggea, Motaha – Andoolo, dan Lalembuu – Kolaka Timur diperbaiki maka mobilitas masyarakat akan meningkat, distribusi barang menjadi lebih cepat, biaya transportasi menurun, serta kepercayaan masyarakat pada pemimpinnya akan menguat.
Tambahan informasi, ruas jalan Desa Pudahoa – Baito – Andoolo masuk kewenangan Pemkab Konawe Selatan.
Sementara, ruas jalan Kota Kendari – Wolasi – Punggaluku – Andoolo kewenangan Pemprov Sulawesi Tenggara.
Di akhir tulisan ini, saya menitip harapan kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara melalui Dinas PU kiranya dapat melakukan intervensi perbaikan jalan tersebut seperti ruas jalan Kendari – Kolaka, bagus dan lebar pula.
Sebab, jika jalan-jalan di Sultra sudah bagusmi semua, pasti harga-harga barang akan relatif murah, tidak lagi menguras tenaga, waktu dan isi dompet.
Penulis: Mahidin (Wartawan)









