Oyisultra.com, KONAWE SELATAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), terus mendorong optimalisasi potensi daerah untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Salah satu sektor yang menjadi perhatian adalah pariwisata, dengan mengoptimalkan destinasi unggulan sekaligus membuka peluang pengembangan objek wisata baru.
Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Konawe Selatan terus berupaya memaksimalkan potensi wisata yang dimiliki daerah. Langkah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan penerimaan daerah, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pengembangan destinasi yang berkelanjutan.
Kepala Dinas Pariwisata Konsel, Hj. Arni SE, mengatakan bahwa hingga saat ini kontribusi PAD dari sektor pariwisata masih bertumpu pada objek wisata Air Terjun Moramo yang berada di Desa Sumber Sari, Kecamatan Moramo.
Menurutnya, destinasi wisata alam tersebut secara konsisten memberikan sumbangan pendapatan yang cukup signifikan bagi daerah dari tahun ke tahun.
“Untuk pariwisata kita masih mengandalkan objek wisata Air Terjun Moramo. Kita sangat bersyukur karena objek wisata ini mampu menyumbangkan PAD secara signifikan,” ungkap Hj. Arni.

Arni menjelaskan, memasuki triwulan ketiga 2026, realisasi PAD dari destinasi Air Terjun Moramo telah mencapai 60 persen dari target tahunan sebesar Rp250 juta.
Capaian tersebut menunjukkan perkembangan positif dibandingkan tahun sebelumnya, ketika realisasi pendapatan baru mencapai 40 persen dari target yang ditetapkan.
“Alhamdulillah, untuk PAD kita di tahun 2026 sudah mencapai 60 persen dari yang ditargetkan Rp250 juta. Ini berasal dari pendapatan destinasi wisata Air Terjun Moramo,” jelasnya.
Dinas Pariwisata Konsel pun terus berupaya mengoptimalkan penerimaan tersebut hingga akhir 2026. Salah satu langkah yang menjadi perhatian adalah peningkatan kualitas sarana dan prasarana destinasi wisata guna memberikan kenyamanan bagi pengunjung.
Menurut Hj. Arni, pembenahan fasilitas menjadi bagian penting dalam meningkatkan daya tarik wisata. Dengan dukungan infrastruktur yang memadai, destinasi wisata diharapkan mampu memberikan pengalaman berkunjung yang lebih baik sekaligus mendorong peningkatan jumlah wisatawan.

Di sisi lain, pemerintah daerah menyadari bahwa ketergantungan pada satu destinasi menjadi tantangan dalam pengembangan sektor pariwisata. Karena itu, Dinas Pariwisata mulai melirik potensi objek wisata lain yang dapat dikembangkan dan dikelola, salah satunya Pulau Lara di Desa Wawatu, Kecamatan Moramo Utara.
“Karena agak sulit kalau kita hanya mengandalkan satu objek wisata,” paparnya.
Pengembangan destinasi baru tersebut diharapkan menjadi langkah strategis untuk memperluas sumber pendapatan sektor pariwisata. Selain itu, diversifikasi destinasi dapat membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat di sekitar kawasan wisata.
DPRD Dukung Pengembangan Potensi Wisata
Upaya Dinas Pariwisata Konsel mendapat dukungan dari Ketua DPRD Konawe Selatan, Hamrin S.Kom M.AP. Ia menegaskan bahwa DPRD mendukung langkah pemerintah daerah dalam menggali dan mengembangkan potensi pariwisata sebagai salah satu sumber peningkatan PAD.
“Tentu kita sangat mendukung, karena kita berharap dari sektor pariwisata dapat mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) kita,” ungkap Hamrin.

Menurutnya, pemerintah daerah dituntut semakin kreatif dalam mengidentifikasi dan mengoptimalkan berbagai potensi yang dapat memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah. Pariwisata menjadi salah satu sektor yang memiliki peluang besar untuk dikembangkan apabila didukung perencanaan, pengelolaan, serta fasilitas yang memadai.
Dukungan tersebut diharapkan memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan DPRD dalam mendorong pembangunan pariwisata yang produktif dan berkelanjutan.
Air Terjun Moramo, Pesona Alam Unggulan Konsel
Air Terjun Moramo merupakan salah satu destinasi wisata alam unggulan Konawe Selatan yang dikenal dengan formasi air terjun bertingkat yang unik. Berlokasi di Desa Sumber Sari, Kecamatan Moramo, kawasan ini berada dalam kawasan Hutan Suaka Alam Tanjung Peropa.
Dari Kota Kendari, perjalanan menuju destinasi tersebut membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam. Keindahan alamnya menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana hutan tropis yang sejuk dan asri.
Air Terjun Moramo memiliki ketinggian sekitar 100 meter, dengan tujuh tingkatan utama serta puluhan undakan kecil yang membentuk kolam-kolam alami berair jernih. Kawasan sekitarnya juga menjadi habitat berbagai jenis burung dan kupu-kupu.

Keindahan alam tersebut berpadu dengan cerita masyarakat setempat yang mempercayai kawasan Air Terjun Moramo sebagai tempat persinggahan atau pemandian para bidadari dari kayangan.
Dengan mengoptimalkan destinasi unggulan, membenahi fasilitas, dan menjajaki pengembangan objek wisata baru, Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan berharap sektor pariwisata semakin berkontribusi terhadap PAD sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
Pengembangan pariwisata pun menjadi bagian dari upaya menggali potensi lokal agar kekayaan alam Konsel tidak hanya menjadi daya tarik wisata, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

