Gubernur URI Siapkan Ekosistem Pendidikan Terpadu, SMA Unggul Garuda Jadi Fondasi Cetak SDM yang Berintegritas

Oyisultra.com, KONAWE SELATAN – Lembaga Pengelola Universitas dan Pendidikan Kebangsaan Republik Indonesia (URI) menargetkan pengalihan pengelolaan program SMA Unggul Garuda secara bertahap mulai 2027.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) unggul di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Lembaga Pengelola Universitas dan Pendidikan Kebangsaan RI, Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan T, M.D.S., M.S.P, saat menghadiri kegiatan Gelar Geria atau open house SMA Unggul Garuda Konawe Selatan, di Desa Lebo Jaya, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan, Sabtu (17/10/2026).

Donny menjelaskan, kegiatan tersebut dilaksanakan secara serentak di seluruh SMA Unggul Garuda, baik sekolah yang dibangun baru maupun sekolah hasil transformasi.

Kegiatan ini, lanjut Donny, bertujuan memperkenalkan keberadaan SMA Unggul Garuda kepada masyarakat, khususnya di Kabupaten Konawe Selatan.

Menurutnya, keberadaan sekolah tersebut diharapkan menjadi peluang bagi masyarakat setempat untuk memperoleh akses pendidikan berkualitas sekaligus mempersiapkan generasi muda yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

“Intinya, kita ingin mengenalkan sekolah Unggul Garuda ini kepada masyarakat sekitar. Kita mengharapkan ini menjadi peluang bagi masyarakat di Konawe Selatan untuk memanfaatkan sekolah yang sangat luar biasa ini,” ujar Donny.

Donny mengatakan, SMA Unggul Garuda merupakan bagian dari program strategis Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kualitas SDM Indonesia.

Pembangunan bangsa, kata dia, membutuhkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, integritas, nasionalisme, dan kecintaan terhadap tanah air.

Donny menilai, Indonesia memiliki potensi sumber daya alam yang besar sehingga perlu diimbangi dengan kemampuan SDM dalam mengelola potensi tersebut secara optimal.

Karena itu, pengembangan SDM dilakukan melalui sistem pendidikan yang terintegrasi, dimulai dari jenjang sekolah menengah atas hingga perguruan tinggi. Pemerintah juga berupaya menjaring lulusan SMP berprestasi untuk mendapatkan pendidikan melalui SMA Unggul Garuda.

“Sebetulnya kita yakin bahwa di Indonesia tidak kekurangan orang pintar dan orang yang punya karakter. Tinggal bagaimana kita bisa menemukan sumber daya manusia yang bagus-bagus ini,” katanya.

Donny mengungkapkan, saat ini empat sekolah Unggul Garuda telah dibangun melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Pemerintah juga sedang mengajukan pembangunan empat sekolah tambahan.

Dalam rencana pengembangannya, program tersebut ditargetkan mencakup 20 sekolah baru dan sekitar 80 sekolah transformasi yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Selain pengembangan sekolah menengah, URI juga menyiapkan penguatan pendidikan tinggi melalui pengembangan universitas. Ekosistem tersebut nantinya turut mencakup pendidikan dan pembinaan aparatur sipil negara (ASN) serta pegawai badan usaha milik negara (BUMN).

Menurut Donny, integrasi pendidikan tersebut diarahkan untuk menyiapkan talenta unggul yang dapat mendukung tata kelola pemerintahan dan pembangunan nasional.

Terkait pengalihan pengelolaan SMA Unggul Garuda dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi ke URI, Donny menjelaskan saat ini pihaknya masih mempersiapkan struktur organisasi dan sumber daya manusia lembaga tersebut.
URI baru ditetapkan oleh Presiden sehingga proses pengalihan berbagai program pendidikan akan dilakukan secara bertahap setelah kesiapan kelembagaan terpenuhi.

“Kira-kira di tahun 2027 kita harapkan transisi itu bisa kita jalankan,” jelasnya.

Donny menambahkan, keberhasilan program tersebut nantinya akan dilihat dari kemampuan menghasilkan SDM yang berkualitas, berintegritas, memiliki karakter kebangsaan, serta mampu mendukung penyelenggaraan pemerintahan yang baik.

Donny juga menyoroti pentingnya membangun generasi yang menjunjung tinggi integritas sebagai salah satu upaya menghadapi persoalan korupsi di Indonesia.

“Yang kita harapkan itu orang-orang yang pintar, tetapi punya karakter yang bagus, punya integritas, dan punya cinta kepada tanah air,” tegasnya.

Untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan tinggi, URI juga membuka peluang kerja sama dengan sejumlah universitas luar negeri.

Donny menyebut beberapa perguruan tinggi, di antaranya Imperial College dan King’s College, telah menjajaki kerja sama untuk mendukung universitas yang akan dikembangkan.

Kerja sama tersebut diharapkan memperkuat kualitas pendidikan, memperluas jejaring akademik internasional, serta mendukung upaya perguruan tinggi Indonesia mencapai daya saing global.