Dorong Pemeliharaan Irigasi Berkualitas, DTPHP Konawe Selatan Sosialisasikan RJIT Tahap II 2026

Oyisultra.com, KONAWE SELATAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe Selatan (Konsel) terus memperkuat dukungan terhadap sektor pertanian melalui peningkatan kualitas infrastruktur irigasi. Salah satu upaya tersebut diwujudkan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Konawe Selatan melalui Sosialisasi Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT) Tahap II Tahun 2026.

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Rapat DTPHP Kabupaten Konawe Selatan, Selasa (13/10/2026), dengan menitikberatkan pada pemahaman kelompok tani penerima bantuan mengenai pelaksanaan dan pemeliharaan jaringan irigasi sesuai perencanaan teknis yang telah ditetapkan.

Program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sarana pendukung pertanian, khususnya dalam memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi air menuju lahan persawahan.

Infrastruktur irigasi yang terpelihara dengan baik memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas budidaya, menjaga produktivitas lahan, serta mendukung keberlanjutan usaha pertanian masyarakat.

Kepala DTPHP Konawe Selatan, Syamsul S.T.P., M.Si mengatakan sosialisasi tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada kelompok tani penerima bantuan agar melaksanakan pekerjaan rehabilitasi maupun pemeliharaan jaringan irigasi secara baik dan bertanggung jawab.

Syamsul menegaskan, pelaksanaan pekerjaan harus mengacu pada Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan desain teknis yang telah disusun. Dengan demikian, hasil pekerjaan diharapkan sesuai perencanaan, memenuhi kebutuhan lapangan, serta memberikan manfaat optimal bagi petani.

“Melalui sosialisasi ini, kami berharap kelompok tani penerima bantuan dapat melaksanakan pekerjaan pemeliharaan jaringan irigasi dengan baik, sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan desain yang telah dibuat,” ujarnya.

Menurut Syamsul, pemahaman terhadap perencanaan menjadi salah satu faktor penting dalam memastikan kegiatan berjalan sesuai ketentuan. Kelompok tani tidak hanya diharapkan mampu menyelesaikan pekerjaan, tetapi juga memperhatikan kualitas hasil agar jaringan irigasi dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.

Pemeliharaan jaringan irigasi yang tepat juga diperlukan untuk mengurangi potensi gangguan distribusi air ke lahan pertanian. Apabila saluran irigasi berfungsi dengan baik, kebutuhan air tanaman dapat terpenuhi secara lebih teratur, sehingga petani memiliki dukungan infrastruktur yang memadai dalam menjalankan kegiatan produksi.

Melalui pelaksanaan RJIT Tahap II Tahun 2026, DTPHP Konawe Selatan mendorong kelompok tani agar menjadikan bantuan pemerintah sebagai sarana meningkatkan kualitas infrastruktur pertanian di wilayah masing-masing.

Program tersebut juga menekankan pentingnya tanggung jawab penerima bantuan dalam menjaga dan memelihara fasilitas yang telah dibangun atau diperbaiki. Keterlibatan kelompok tani menjadi faktor penting karena merekalah yang secara langsung memanfaatkan jaringan irigasi untuk mendukung kegiatan pertanian sehari-hari.

Dengan demikian, manfaat program tidak berhenti pada penyelesaian pekerjaan fisik, tetapi berlanjut pada pemanfaatan dan pemeliharaan infrastruktur secara berkesinambungan.

Senada, Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (Kabid PSP) DTPHP Konawe Selatan, Haruddin S.P turut menjadi bagian dalam pelaksanaan sosialisasi tersebut menambahkan, kegiatan ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi dan pemahaman teknis dalam mendukung pelaksanaan program rehabilitasi jaringan irigasi di tingkat kelompok tani.

“Kami jajaran DTPHP Konawe Selatan berharap pelaksanaan RJIT Tahap II Tahun 2026 ini dapat berjalan sesuai ketentuan dan menghasilkan jaringan irigasi yang berfungsi optimal. Dukungan infrastruktur yang memadai diharapkan mampu menunjang kelancaran kegiatan usaha tani, meningkatkan efisiensi pemanfaatan air, serta memperkuat produktivitas sektor pertanian para petani Konawe Selatan,” harapnya.

Upaya ini, kata Haruddin, sejalan dengan komitmen pemerintah daerah untuk terus memperhatikan kebutuhan petani melalui peningkatan sarana dan prasarana pertanian.

Sebab, lanjut Haruddin, ketersediaan air yang didukung jaringan irigasi yang baik merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga keberlangsungan produksi pangan petani.

“Dengan pelaksanaan program yang terencana, kualitas pekerjaan yang terjaga, serta partisipasi aktif kelompok tani, rehabilitasi jaringan irigasi diharapkan memberikan manfaat nyata bagi petani dan mendukung pembangunan pertanian berkelanjutan di Kabupaten Konawe Selatan,” pungkasnya.