Oyisultra.com, KENDARI – Komitmen menjaga stabilitas pangan dan pengendalian inflasi terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Hal ini tercermin dalam kehadiran Ketua Komisi II DPRD Kota Kendari, Jabar Al Jufri, pada Rapat Koordinasi Pangan yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia, Rabu (15/4/2026).
Mengusung tema “Pangan Sejahtera dan Inflasi Harga Terkendali”, forum strategis ini mempertemukan unsur pemerintah daerah, otoritas moneter, pelaku usaha, hingga masyarakat untuk merumuskan langkah konkret dalam menjaga pasokan serta stabilitas harga bahan pokok.
Dalam kesempatan tersebut, Jabar Al Jufri menegaskan komitmen DPRD sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam memastikan kebijakan yang diambil benar-benar berpihak pada masyarakat.
“Pada prinsipnya DPRD akan terus mendukung segala kebijakan yang pro rakyat dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. Kami siap bersinergi mulai dari penyusunan regulasi, penganggaran, hingga pengawasan agar target kemandirian pangan dan stabilitas harga bisa tercapai maksimal,” ujarnya.
Pangan sebagai Pilar Stabilitas Ekonomi
Senada dengan itu, Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, menegaskan bahwa sektor pangan memiliki peran krusial, tidak hanya dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga sebagai penopang stabilitas ekonomi daerah.
“Tanpa pangan yang stabil, pertumbuhan ekonomi setinggi apa pun tidak akan berarti,” tegasnya.

Sebagai bentuk konkret, Pemerintah Kota Kendari meluncurkan tiga program unggulan yang menyasar berbagai lini masyarakat:
– Program PKK Kasoami (Keluarga Adaptif, Sehat, Optimal Mengendalikan Inflasi), yang mendorong optimalisasi pekarangan rumah tangga serta pola konsumsi berbasis konsep B2SA.
– Sekolah HEBAT (Hijau, Edukatif, dan Berkarakter), yang mengintegrasikan edukasi pangan melalui aktivitas produktif seperti penanaman cabai dan tomat di lingkungan sekolah.
– Penguatan Kerja Sama Antar Daerah (KAD), dengan menjalin kemitraan bersama wilayah produsen seperti Konawe, Konawe Selatan, dan Kolaka Timur guna memperpendek rantai distribusi dan menjaga stabilitas harga.
Inflasi Terkendali, Produksi Lokal Diperkuat
Implementasi kebijakan ini mulai menunjukkan hasil positif. Inflasi Kota Kendari pada Maret 2026 tercatat sebesar 2,95 persen, relatif stabil dibandingkan sejumlah daerah lain di Sulawesi Tenggara.
Di sisi lain, Pemkot Kendari juga terus mendorong kemandirian pasokan melalui penguatan sektor pertanian lokal, khususnya di wilayah Baruga dan Amohalo. Panen perdana dijadwalkan berlangsung pada awal Mei sebagai bagian dari upaya mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah.
Langkah strategis lainnya meliputi pengaktifan kembali fasilitas penggilingan padi, penyediaan lahan pengeringan gabah, hingga peningkatan infrastruktur jalan pertanian guna memperlancar distribusi hasil produksi.

Kolaborasi Hulu-Hilir dan Komitmen Pengawasan
Dalam forum tersebut juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antar pelaku usaha dari berbagai daerah, sebagai bentuk penguatan distribusi langsung antara produsen dan distributor. Skema ini diharapkan mampu menekan peran perantara yang kerap memicu fluktuasi harga.
Pemerintah pun menegaskan komitmennya untuk tidak mentolerir praktik penimbunan maupun spekulasi harga yang merugikan masyarakat.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia, Edwin Permadi, mengingatkan bahwa tekanan inflasi masih dipengaruhi faktor eksternal seperti dinamika geopolitik global dan perubahan iklim. Untuk itu, diperlukan penguatan sistem pangan dari hulu hingga hilir, termasuk penyediaan fasilitas penyimpanan seperti cold storage.
Rapat koordinasi ini juga menjadi bagian dari kesiapan Kota Kendari dalam menghadapi agenda internasional dalam waktu dekat, di mana sektor pangan dan UMKM akan menjadi etalase utama daerah di hadapan tamu dari berbagai negara.
Dengan sinergi kuat antara DPRD, pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan, Kota Kendari optimistis mampu menjaga stabilitas pangan sekaligus memperkuat fondasi ekonomi daerah secara berkelanjutan.









