Oyisultra.com, KENDARI – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Kendari mengamankan satu unit mobil Toyota Innova tanpa pelat nomor yang diduga digunakan untuk mengangkut bahan bakar minyak (BBM) menggunakan jerigen.
Kendaraan tersebut ditemukan saat petugas melaksanakan patroli rutin di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di wilayah Kota Kendari, Kamis (15/10/2026).
Dalam pemeriksaan di sekitar SPBU depan Rabam, petugas menemukan 14 jerigen berkapasitas masing-masing 25 liter di dalam mobil tersebut. Dari jumlah itu, delapan jerigen dilaporkan telah terisi BBM.
Kepala Bidang Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Kabid Trantibun) Satpol PP Kota Kendari, Abdul Salam menjelaskan patroli tersebut merupakan respons pemerintah kota terhadap antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU.
Menurutnya, saat melintasi SPBU depan Rabam, petugas mendapati antrean kendaraan yang cukup panjang. Anggota kemudian melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah kendaraan yang sedang mengisi BBM, termasuk mencocokkan barcode kendaraan.
“Pengecekan kendaraan yang melakukan pengisian BBM sesuai barcode berjalan lancar. Namun, setelah itu kami menemukan sebuah mobil jenis Innova tanpa pelat nomor dengan seluruh kaca kendaraan tertutup,” jelasnya.
Petugas selanjutnya berupaya memeriksa kendaraan tersebut. Namun, pengemudi diduga berusaha melarikan diri hingga dua kali. Upaya itu akhirnya terhenti setelah kendaraan yang bersangkutan tertahan oleh sebuah mikrolet atau angkutan umum.
Saat petugas meminta pintu mobil dibuka, ditemukan sejumlah jerigen di dalam kendaraan. Mobil tersebut diketahui tidak melakukan pengisian BBM masih dua kendaraan lagi di depannya.
Abdul Salam mengungkapkan, berdasarkan temuan petugas, terdapat 14 jerigen berkapasitas 25 liter di dalam mobil tersebut. Delapan jerigen di antaranya sudah terisi BBM.
Berdasarkan keterangan awal, pengisian BBM diduga dilakukan menggunakan selang tambahan sepanjang sekitar dua meter yang diarahkan ke jerigen, bukan melalui nosel langsung ke tangki kendaraan.
Meski demikian, Satpol PP Kota Kendari belum dapat memastikan dari SPBU mana BBM tersebut diperoleh. Petugas juga belum memastikan secara rinci asal-usul maupun tujuan pengangkutan BBM tersebut.
“Sementara kendaraan sudah kami amankan. Namun, sopirnya melarikan diri,” ungkap Abdul Salam.
Salam menegaskan, patroli di sejumlah SPBU merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Kendari untuk merespons kondisi antrean panjang serta menjaga ketertiban dalam pelayanan pengisian BBM kepada masyarakat.
Temuan tersebut menjadi perhatian petugas, terutama terkait dugaan penggunaan kendaraan untuk mengangkut BBM menggunakan jerigen.
Penanganan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan asal BBM, pihak yang terlibat, serta ada atau tidaknya pelanggaran terhadap ketentuan distribusi dan pengisian BBM.
Satpol PP Kota Kendari terus melakukan pemantauan di lapangan guna mendukung ketertiban dan memastikan masyarakat dapat mengakses layanan pengisian BBM dengan tertib.

