Oyisultra.com, KONAWE SELATAN – Ribuan masyarakat tumpah ruah di jalanan ibu kota Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) pada Selasa (28/04/2026). Keberagaman etnis dan budaya yang menjadi identitas Konsel tampil memukau dalam gelaran Pawai Budaya memperingati HUT ke-23 sekaligus menyambut Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2026.
Acara yang diikuti oleh 63 kelompok peserta, mulai dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), 25 kecamatan, hingga organisasi kemasyarakatan ini, menjadi panggung nyata bagi slogan “Konsel Setara”.
Meski sempat diguyur hujan, semangat para peserta tidak luntur. Suara dentuman Drum Band siswa SMP yang berpadu dengan alunan musik tradisional Bali membuka barisan, menciptakan harmoni yang unik sejak titik start di depan Kantor Disdukcapil hingga garis finish di Stadion Lababa Silondae.
Bupati Konawe Selatan, Irham Kalenggo, bersama Wakil Bupati H. Wahyu Ade Pratama Imran, Ketua TP PKK, Nurlita Jaya, Wakil Ketua TP PKK, drg. Rizki Rhmadani, Ketua DPRD Hamrin dan jajaran Forkopimda, menyapa hangat setiap peserta dari tribun penghormatan.
Pemandangan menarik terlihat saat para pejabat teras, termasuk Kepala Dinas Sosial Dr. Sahlul, tampil percaya diri mengenakan pakaian adat Bali sebagai bentuk penghormatan terhadap kemajemukan warga Konsel.
“Ini adalah momen untuk melihat langsung keberagaman budaya dan adat kita. Saya memakai baju adat Bali sebagai simbol bahwa kebersamaan adalah kunci untuk Konawe Selatan yang Setara,” ujar Dr. Sahlul disela-sela parade.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Konsel, Saiful Akbar Kalenggo, menjelaskan bahwa keterlibatan berbagai elemen masyarakat dengan beragam identitas etnis ini merupakan cerminan kekompakan daerah di usianya yang ke-23.
“Berbagai multi-etnis yang ada di Konsel hari ini tumpah ruah memberikan warna yang satu. Kita memperlihatkan rasa syukur atas umur kabupaten yang semakin dewasa. Ayo bersama kita sukseskan program Konsel Setara,” tegas Saiful Kalenggo.
Pawai tidak hanya diisi oleh barisan formal instansi pemerintah, tetapi juga diramaikan oleh aksi Budaya Tarian dan musik tradisional dari berbagai suku. Penampilan dari Organisasi Musik Konsel. Kehadiran Ormas Tamalaki yang menambah kekhasan budaya lokal.
Penutup acara ditandai dengan momen Bupati dan jajaran OPD melakukan tarian Lulo bersama, simbol peleburan sekat antara pemimpin dan rakyat.
Kemeriahan ini menjadi bukti bahwa di tengah perbedaan suku, agama, dan budaya, masyarakat Konawe Selatan tetap berdiri teguh dalam satu semangat persatuan menuju masa depan daerah yang Sehat, Cerdas dan Sejahtera (Setara).









