Oyisultra.com, KONAWE SELATAN – Seorang oknum Bintara Pembina Desa (Babinsa) di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara, memberikan klarifikasi atas pemberitaan sejumlah media yang menyebut dirinya diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan terhadap seorang warga berinisial P. Ia menegaskan tuduhan tersebut tidak benar dan menyatakan kehadirannya di lokasi justru untuk meredam konflik yang terjadi.
Babinsa tersebut menegaskan bahwa sebagai aparat teritorial, dirinya memiliki tanggung jawab menjaga stabilitas keamanan di wilayah binaannya. Karena itu, ketika terjadi situasi yang tidak kondusif di tengah masyarakat, ia berkewajiban turun langsung untuk membantu menyelesaikan persoalan.
“Selaku aparat yang bertugas di wilayah setempat tentunya kami melaksanakan pembinaan teritorial (binter), menjaga keamanan dan ketertiban, serta membantu pembangunan wilayah. Ketika wilayah sedang tidak kondusif, kami justru dituntut memberikan solusi terbaik, bukan terlibat seperti yang dituduhkan,” ujarnya saat memberikan klarifikasi, Minggu (15/3/2026).
Ia juga menegaskan bahwa setiap tindakan yang dilakukan di tengah masyarakat semata-mata bertujuan membantu menciptakan situasi aman dan tertib.
“Setiap gerak kami di tengah masyarakat adalah untuk membantu dan memelihara keamanan serta ketertiban. Bukan untuk melakukan tindakan yang mencoreng institusi kami,” tegasnya.
Menurutnya, pada saat kejadian yang dipersoalkan, dirinya berada di lokasi untuk menjadi penengah antara pihak-pihak yang terlibat dalam perselisihan.
“Saya tegaskan kembali, kehadiran saya di lokasi adalah untuk menjadi penengah antara kedua belah pihak. Tujuannya semata-mata meredam persoalan agar situasi cepat selesai,” jelasnya.
Sebelumnya, sejumlah media online memberitakan dugaan keterlibatan seorang oknum Babinsa dalam aksi pengeroyokan terhadap seorang warga berinisial P di wilayah Konawe Selatan. Tuduhan tersebut kini dibantah langsung oleh yang bersangkutan melalui klarifikasi yang disampaikan kepada media ini.









