Oyisultra.com, KENDARI – Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), dengan pesona alamnya yang memukau, juga menyimpan kekayaan budaya yang tak ternilai harganya.
Salah satu aspek budaya yang seringkali terlupakan adalah ragam permainan tradisionalnya.
Permainan-permainan ini bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga cerminan dari kehidupan sosial, nilai-nilai, dan kearifan lokal masyarakat Sulawesi Tenggara.
Dahulu, anak-anak Sulawesi Tenggara mengisi waktu luang mereka dengan berbagai permainan yang seru dan mendidik.
Ada Kasede-sede, permainan tradisional engklek yang berasal dari Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara.

Permainan ini dilakukan dengan melompat-lompat di atas petak-petak tanah, dan setiap pemain harus melompat menggunakan satu kaki tanpa menyentuh garis.
Permainan ini biasanya dimainkan di lapangan terbuka atau di halaman rumah, menciptakan suasana keakraban dan kebersamaan.
Permainan ini juga dikenal di daerah lain seperti “bhisek” di Madura dan “dende-dende” di Makassar.
Selain Kasede-sede, ada juga Celle, permainan tradisional dari Kabupaten Konawe Utara (Konut) dan dimainkan oleh anak-anak Suku Tolaki.
Permainan ini dimainkan dengan dua kelompok, di mana satu kelompok menjadi penyerang dan kelompok lainnya menjadi penjaga.
Permainan ini melibatkan strategi menyerang dan bertahan untuk menyentuh atau mempertahankan lingkaran yang dibuat di tanah, mirip dengan permainan Gobak Sodor.

Selanjutnya ada, Fatu Fatu Bo’o, permainan tradisional anak pantai di Wakatobi yang mengadu kekuatan bola pasir
Pemain membuat bola dari pasir basah, melapisi dengan pasir kering, lalu saling melempar untuk menghancurkan bola lawan. Pemain yang bolanya hancur lebih dulu dinyatakan kalah.
Namun, seiring dengan perkembangan teknologi dan perubahan gaya hidup, permainan tradisional semakin jarang dimainkan oleh anak-anak zaman sekarang.
Padahal, permainan tradisional memiliki banyak manfaat, seperti melatih motorik, mengembangkan kreativitas, dan menanamkan nilai-nilai luhur.
Oleh karena itu, penting untuk melestarikan dan memperkenalkan kembali permainan tradisional Sulawesi Tenggara kepada generasi muda.









